Musik Blues Lahir di Amerika Berakar Tradisi Islam dari Lantunan Adzan!

SERBA BANDUNG – Musik blues musik yang menyayat hati, genre musik yang berasal dari Amerika Serikat bagian selatan yang diciptakan oleh masyarakat Afrika-Amerika pada akhir abad ke-19.
Seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York, Sylviane Diouf, berhasil meyakinkan publik bahwa Blues memiliki relasi dengan tradisi masyarakat Muslim di Afrika Barat.
Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua rekaman.
Yang pertama diperdengarkannya kepada publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard, itu adalah lantunan adzan yang merupakan panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat.
Setelah itu, Diouf memutar Levee Camp Holler. Rekaman kedua itu adalah lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun yang lalu.
Baca juga: Asal Usul Music Heavy Metal Musik “Cadas” nan Hingar Bingar!
Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh komunitas kulit hitam Muslim asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca-Perang Sipil.
Rekaman kedua itu adalah lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun yang lalu. Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh komunitas kulit hitam Muslim asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca-Perang Sipil.
Lirik lagu Levee Camp Holler yang diperdengarkan Diouf itu terdengar seperti panggilan suara adzan–berisi tentang keagungan Tuhan.
Seperti halnya lantunan adzan, lagu Levee Camp Holler itu menekankan kata-kata yang terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau antara lagu Blues Levee Cam Holler yang mirip adzan juga merupakan bukti adanya pertautan antara keduanya.
Suara lantunan adzan dan ayat-ayat Alquran yang biasa dilantunkan para Muslim kulit hitam di Amerika mengandung musikalitas.
Baca juga: VoB Rilis Single Terbaru Berjudul ‘Put The Gun Down’ Pada Tahun 2025
Menurut laporan theglobal-review.com, Danielian yang tinggal di Jersey City, New Jersey, mengatakan bahwa dalam jamaahnya ketika berkumpul dan sang imam datang, ada ratusan orang melantunkan doa, terdengar sangat musikal.
Musikalitas itu seperti orang Amerika menyebut Blues. Begitulah tradisi Islam di AS telah melahirkan sebuah aliran musik bernama Blues.
Musik yang menerapkan blue note dan pola call and response itu diyakini publik AS dipopulerkan oleh ‘Bapak Blues’–WC Handy (1873-1958).
Ia adalah salah satu penulis lagu paling berpengaruh di Amerika Serikat. Sebagai salah satu dari sekian banyak musisi yang memainkan musik blues khas Amerika.
William Christopher Handy tidak menciptakan genre blues tetapi merupakan salah satu orang pertama yang menerbitkan musik dalam bentuk blues, sehingga membawa blues dari gaya musik regional (Delta blues) dengan audiens terbatas ke tingkat popularitas yang baru.***