Longsor Cisarua: 41 Korban Meninggal Teridentifikasi

SERBA BANDUNG – Sebanyak 41 jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah teridentifikasi hingga Kamis (29/1/2026). 25 korban belum ditemukan akibat longsor di lokasi tersebut.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, pada hari keenam pencarian korban longsor, Kamis (29/1/2026) pukul 16.30 WIB, ditemukan korban meninggal dunia sebanyak dua kantong jenazah.
Dua kantong jenazah tersebut telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk diidentifikasi sehingga akan semakin banyak korban yang teridentifikasi.
Operasi SAR, lanjut Ade, dilakukan secara terukur dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan stabilitas lereng. Apabila terjadi peningkatan curah hujan, maka operasi SAR dihentikan sementara demi keselamatan personil tim SAR gabungan.
Baca juga: Longsor Cisarua: 27 Korban Meninggal Dunia telah Teridentifikasi
Cuaca di lokasi longsor tidak menentu pada Kamis (29/1/2026). Terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, kata Ade, jarak pandang terbatas dan peningkatan kejenuhan tanah yang berdampak pada tingginya potensi longsor.
“Kami mohon doa agar seluruh tim SAR diberi perlindungan dalam menjalani tugas kemanusiaan ini,” ucap Ade di Desa Pasirlangu, Kamis 29 Januari 2026, dilansir dari laman Humas Jabar.
Untuk mendukung proses pencarian korban, tim SAR gabungan mendapat tambahan personil 14 orang dari Basarnas Lampung. Sejumlah relawan pun terus berdatangan untuk membantu pencarian korban.
Tim SAR gabungan juga terbantu oleh ketersediaan 17 alat berat di lokasi longsor.
Baca juga: Masjid Raya Bandung Tak Lagi Dibiayai Pemda Prov Jabar
Proses pencarian korban longsor akan memasuki hari ketujuh pada Jumat 30 Januari 2026.
Dikatakan Ade, pihaknya bakal mengevaluasi proses pencarian korban yang telah dilakukan selama tujuh hari untuk menentukan langkah ke depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menuturkan, pada hari keenam operasi SAR, terjadi perubahan fisik pada jenazah korban longsor yang ditemukan. Meski demikian, identifikasi jenazah masih bisa dilakukan melalui sidik jari maupun ciri-ciri khusus.***
