Laga Persib Vs PSIM Tak Disiarkan TV Nasional, Klok Mengaku Tidak Melakukan Tindakan Rasisme

SERBA BANDUNG – Laga Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Senin, 4 Mei 2026 dipastikan tidak disiarkan di televisi nasional, melainkan hanya bisa disaksikan melalui layanan streaming.

Pemegang hak siar ileague lebih memilih pertandingan PSM Makasar vs Bhayangkara FC yang disiarkan secara langsung pada pukul 15.00 WIB. Sedangkan laga Persib vs PSIM hanya dapat disaksikan melalui streaming vidio.com.

Kepastian ini, diumumkan melalui akun Instagram stasiun televisi pemegang hak siar pada hari Sabtu 2 Mei 2026.

Marc Klok Mengaku Tidak Melakukan Tindakan Rasisme

Kapten Persib Marck Klok telah menyampaikan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan rasisme sebagaimana yang dituduhkan.

Hal itu diungkapkan manajemen Persib, menanggapi tuduhan tindakan rasisme yang diarahkan kepada Marc Klok, dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis, 30 April 2026, melalui akun resmi klub, Sabtu 2 Mei 2026.

“Persib tidak mentolerir segala bentuk tindakan rasisme dalam kondisi apa pun,” tulis laman Persib.

Baca juga: Persib Kembali Puncaki Klasemen Super League 2025/2026, Kalahkan Bhayangkara FC 4-2

Namun pihak Persib menegaskan bahwa setiap tuduhan serius harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas. Oleh karena itu, kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang.

Lebih lanjut, manajemen Persib mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, menurut akun Bhayangkara FC, dugaan kasus rasisme dilakukan Marc Klok pada babak pertama laga Bhayangkara FC vs Persib, Henri Doumbia mengaku memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim Bhayangkara FC.

Namun tuduhan itu dibantah oleh Marc Klok. “Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya,” tulis Marc Klok dalam pernyataan resminya.

“Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” tegas nya.

Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, ujar Klok, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick off.

Baca juga: Bojan Hodak Meminta Seluruh Pemainnya untuk Tetap Tenang dan Fokus Melakoni Sisa Musim

“Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas ‘Give me the ball back’.

“Kami kemudian membicarakan hal tersebut, ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘Black’,” tulis Klok.

Lebih lanjut, Klok pun sempat menyesalkan sosok Anggota Exco PSSI, Sumardji, yang menurut pengakuannya terus menuduh Marc Klok sebagai pelaku rasisme.

“Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan,” terangnya.

“Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini,” imbuhnya

Diakhir pernyataannya, Klok berharap adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar,” pungkas Klok.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *