Persib akan Tampil Tanpa Marc Klok di Laga Pamungkas Kontra Persijap

SERBA BANDUNG – Persib Bandung dipaksa untuk tidak diperkuat kapten tim Marc Klok, pada laga pamungkas Super League 2025/26 kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu 23 Mei 2026.
Klok harus absen akibat hukuman akumulasi kartu kuning, ia diganjar kartu kuning ketujuh musim ini saat laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Minggu, 17 Mei 2026 lalu.
Atas kartu kuning yang diterima di laga melawan PSM tersebut, Klok mengaku akan mengajukan banding.
“Saya sedih. Saya akan banding kartu kuning itu,” ujarnya.
Baca juga: Komdis PSSI Denda Persib Rp455 Juta Akibat Tindakan dari Pendukungnya Sendiri
Disisi lain, pada laga menentukan bagi Persib untuk hatrick juara tersebut, kembali akan didampingi pelatih Bojan Hodak serta diperkuat Federico Barba dan Luciano Guaycochea.
Selain Klok, dua asisten pelatih Igor Tolic dan Miro Petric, sama-sama diganjar kartu kuning saat laga melawan PSM Makassar.
Tolic mengatakan, ia akan berada di tribun penonton di laga melawan Persijap. “Laga terakhir nanti Coach Bojan sudah bisa mendampingi tim,” kata Tolic usai memimpin latihan Maung Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa 19 Mei 2026.
“Nanti giliran saya yang akan menyaksikan pertandingan dari atas (tribun), saya kena larangan tampil,” terangnya.
Suporter Persijap Diminta Tak Datang ke GBLA
Sementara itu, manajemen Persib mengimbau seluruh pendukung Persijap Jepara untuk tidak hadir di Stadion GBLA.
Larangan kehadiran suporter tim tamu telah diatur dalam Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa selama masa transisi transformasi sepakbola nasional, seluruh pertandingan sepakbola Indonesia, termasuk kompetisi liga, belum dapat dihadiri oleh suporter klub tamu.
Baca juga: Persib: Sanksi AFC Jadi Kerugian yang Sangat Besar!
Regulasi yang sama juga menegaskan bahwa klub bertanggung jawab penuh atas kehadiran suporternya apabila ketentuan tersebut dilanggar.
Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengatakan bahwa
Kebijakan mengenai larangan kehadiran suporter tim tamu bukan dimaksudkan untuk membatasi antusiasme maupun dukungan terhadap klub kebanggaan, melainkan bagian dari proses transisi yang perlu dihormati demi kepentingan yang lebih besar.
“Dukungan suporter selalu menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola. Namun dalam situasi saat ini, menghormati ketentuan yang berlaku justru menjadi bentuk dukungan yang paling berarti,” kata Adhi, Rabu 20 Mei 2026 dilansir dari laman resmi klub,
Kepatuhan terhadap aturan, menurut Adhi, membantu menjaga aspek keselamatan, keamanan pertandingan, kenyamanan seluruh pihak, sekaligus melindungi klub dari potensi konsekuensi akibat pelanggaran.
“Kami berharap teman-teman suporter Persijap dapat memberikan dukungan dengan cara yang sesuai ketentuan,” pungkas Adhi.***
