Bandung Arts Festival Tampilkan Puluhan Sanggar Seni dari Berbagai Daerah

SERBA BANDUNG – Bandung Arts Festival (BAF) digelar di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Sabtu 25 Juli 2026. Menghadirkan ruang apresiasi seni dan budaya.

Sebagai UNESCO Creative City of Design, Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri kreatif melalui kolaborasi seniman, komunitas, akademisi, dan pegiat budaya dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Salah satu sajian utama dalam festival ini adalah Tari Kolosal “Ngabatik”, sebuah pertunjukan yang memadukan tarian, musik, serta filosofi membatik sebagai warisan budaya Indonesia.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai karya seni rupa, instalasi, fotografi, batik, dan beragam ekspresi kreatif hasil kolaborasi para pelaku seni.

Panitia Divisi Perlengkapan Pameran Bandung Arts Festival, Muhammad Habibie Hidayat mengatakan, rangkaian kegiatan pada hari kedua dirancang untuk menghadirkan pengalaman seni yang beragam sekaligus menjadi ruang belajar bagi masyarakat.

Baca juga: FFB ke-39 Tahun 2026: Bandung Tempat Lahirnya Film Panjang Pertama Indonesia, “Lutung Kasarung”

“Hari ini ada workshop Tari Ngabatik dan berbagai pertunjukan tari lainnya. Ada juga penampilan sanggar dari berbagai wilayah, bahkan dari Malaysia. Dilanjutkan dengan live music dan berbagai pertunjukan seni,” ujarnya

Bandung Arts Festival, kata Habibie, tidak hanya menjadi wadah bagi para seniman untuk menampilkan karya, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih mengenal apa itu seni, karena seni itu lebih mahal daripada uang,” terangnya.

Peserta dari Sanggar Olah Seni Bhaswara Kabupaten Bekasi mengaku tertarik mengikuti Bandung Arts Festival karena menjadi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama para penari dari berbagai daerah maupun luar negeri.

“Aku dan teman-teman tertarik mengikuti kegiatan ini karena mendatangkan penari-penari terkenal dari luar negeri maupun dari berbagai kota dan daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: Asia Africa Festival 2026 Mencatat Total Kunjungan Mencapai 259 Ribu Orang Lebih

Peserta lainnya, Isna menjelaskan, kelompoknya membawakan Tari Lembok Beas, sebuah tarian yang mengisahkan sosok gadis desa yang cantik dan memiliki keistimewaan.

“Kami menampilkan Tari Lembok Beas yang menceritakan tentang gadis desa yang sangat cantik dan istimewa,” ujar Isna.

Hal senada disampaikan Falisa yang mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti festival tersebut.

“Kegiatan hari ini seru banget karena bisa bertemu dengan penari-penari dari dalam maupun luar negeri,” katanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *