Persib Lakukan Koordinasi dengan Polresta Batang Kawal Penanganan Insiden Rest Area Batang

SERBA BANDUNG – Manajemen Persib melakukan koordinasi dengan Polresta Batang, untuk memastikan kelanjutan penanganan insiden kekerasan yang menimpa rombongan Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18, di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, hari Minggu lalu.
Hal itu, menjadi perhatian serius setelah rombongan Persib EPA U-18 dilaporkan mengalami kekerasan fisik, kerusakan bus, serta dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial dan perlengkapan pertandingan.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa manajemen berkomitmen untuk terus mengawali penanganan perkara tersebut agar mendapatkan perhatian yang seharusnya hingga proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
“Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak kepolisian terus berjalan dan penanganannya dikawal hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Adhitia, dilansir dari laman resmi klub.
Menurutnya, keselamatan personel, ofisial, dan para pemain, termasuk pemain muda Persib EPA U-18, merupakan hal yang sangat penting.
Baca juga: Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib EPA U18
Adhitia menegaskan bahwa manajemen berkomitmen untuk terus mengawali penanganan perkara tersebut agar mendapatkan perhatian yang seharusnya hingga proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
“Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak kepolisian terus berjalan dan penanganannya dikawal hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Keselamatan personel, ofisial, dan para pemain, termasuk pemain muda Persib EPA U-18, merupakan hal yang sangat penting bagi kami,” ujar Adhitia.
Menurut Adhitia, upaya mengawal penanganan kejadian ini merupakan bagian dari tanggung jawab klub untuk melindungi seluruh insan Persib sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sepak bola yang aman bagi semua pihak.
“Kami mematuhi proses dan kewenangan aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini. Kami berharap seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat memproses sesuai hukum,” kata Adhitia.
“Bagi kami, persoalan ini bukan semata-mata tentang Persib, tetapi juga tentang keselamatan setiap orang dan pentingnya memastikan bahwa kekerasan tidak sampai ke tempat di sepak bola Indonesia,” lanjutnya.
Manajemen Persib diterima tim Penyidik, yang dipimpin oleh Kanit 3 Satreskrim Polresta Batang, IPDA Pipin Setyo Utomo, SH, MH, di Kantor Polresta Batang, Jalan Gajah Mada No. 200, Dracik Barat, Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Pipin mengimbau kepada seluruh pihak terutama kedua belah suporter baik Persib maupun Persija Jakarta, untuk menjaga kondusivitas sepakbola Indonesia dan menyerahkan proses hukum berjalan dengan semestinya.
Baca juga: Persib Mengecam Keras Tindakan Kekerasan di Rest Area Batang Jawa Tengah
“Satreskrim Polresta Batang mengimbau kepada supporter atau pendukung Persib Bandung agar jangan terprovokasi dengan kejadian di rest area 360,” kata Pipin.
“Kami mohon agar tetap tenang, serahkan kepada kami dari pihak kepolisian Polresta Batang untuk dapat menyelesaikan kasus ini dan untuk menemukan pelaku-pelaku yang lain,” lanjutnya.
“Untuk supporter dari Persija atau Jakmania (yang ikut terlibat), kami mohon menyerahkan diri ke Polresta Batang atau menghubungi pihak kami sehingga akan lebih membuat dunia sepak bola ini lebih damai,” harapnya.
Persib juga mengajak seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan terus memberikan dukungan secara positif.
“Manajemen memahami apa yang dirasakan Bobotoh atas peristiwa tersebut, tetapi mendorong semua pihak untuk mempercayakan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum serta menghindari tindakan balasan yang dapat memperluas permasalahan,” tulis Persib.
Pihak Persib berharap penanganan kejadian di Rest Area Batang KM 360 dapat berjalan secara profesional, obyektif, dan tuntas. Lebih dari itu, peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia bahwa keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas, tanpa kecuali.
“Bagi Persib, mengawal penanganan kejadian ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk melindungi insan sepak bola, menjaga kepercayaan masyarakat, dan turut membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih aman, sportif, serta pembatas,” pungkas Persib.***
