Dua Prajurit TNI di Lebanon Kembali Gugur Saat Menjemput Jenazah Praka Farizal Rhomadon

SERBA BANDUNG – Dua prajurit TNI penjaga perdamaian PBB di Lebanon gugur dan dua lainnya mengalami luka-luka, saat hendak menjemput jenazah Praka Farizal Rhomadon, yang gugur sebelumnya.

Dua prajurit yang gugur tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana.

Akibat serangan tersebut juga melukai tiga prajurit lainnya, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

UNIFIL melaporkan, ini adalah insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Pihaknya menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya meninggal dunia demi melayani tujuan perdamaian.

“Kami menegaskan kembali perlunya semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk menghindari tindakan apa pun yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian,” tulis UNIFIL.

Baca juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL

“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” tegasnya.

Menurut UNIFIL, korban jiwa akibat konflik ini terlalu besar. “Kekerasan, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, harus diakhiri,” terangnya.

UNIFIL mengungkapkan, bahwa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) adalah misi perdamaian di Lebanon selatan.

Misi ini didirikan oleh Dewan Keamanan pada tahun 1978 melalui Resolusi 425 dan 426. Pada tahun 2006, Dewan Keamanan memperkuat mandat UNIFIL untuk memantau penghentian permusuhan, di antara tugas-tugas lainnya.

Baca juga: Selat Hormuz Perairan Internasional Strategis Utama Dunia untuk Perdagangan Energi

UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega dari pasukan penjaga perdamaian yang gugur saat dengan berani menjalankan tugasnya.

“Doa dan harapan kami juga menyertai pasukan penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan cedera serius,” lanjutnya.

“Kami tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan yang terjadi,” pungkas UNIFIL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *