Marc Klok: Aksi Bully ke Pemain Timnas Indonesia Merupakan Tindakan Tidak Berguna

SERBA BANDUNG – Kapten tim Persib Bandung, Marc Klok, menyebut aksi bully atau perundungan ke pemain Timnas Indonesia merupakan tindakan tidak berguna.
Klok menilai fenomena tersebut semakin meresahkan dan tidak memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional.
Menurut Klok tekanan dari publik, khususnya di media sosial, kerap kali berubah menjadi serangan personal terhadap pemain.
Ia mengutarakan bahwa kejadian itu bisa saja menimpa dirinya jika berada dalam situasi tertentu. Menurut Klok ini menjadi tanda bahwa budaya kritik di kalangan suporter perlu dibenahi.
Baca juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs St Kitts and Nevis, FIFA Series 2026
Klok pun menyinggung rekan setimnya, Yakob Sayuri, yang turut menjadi sasaran perundungan. Klok mengaku bingung dengan alasan di balik tindakan tersebut.
Menurutnya, tidak ada manfaat yang bisa diambil dari merundung pemain, baik untuk individu, tim nasional, maupun untuk peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Kritik seharusnya disampaikan secara konstruktif, kata Klok, bukan dalam bentuk hinaan atau serangan pribadi.
Ia menilai hal itu justru berpotensi merusak mental dan kepercayaan diri para pemain, terutama mereka yang masih muda.
“Untuk kita, untuk pemain, untuk tim nasional, untuk bangun kualitas kita? Tidak ada manfaatnya merundung pemain,” tegasnya.
Baca juga: FIFA Series 2026: Ujian Pertama Bagi Pelatih Timnas John Herdman
Pemain muda, menurut Klok, bisa merasa takut untuk berkembang atau tampil di level tertinggi jika harus menghadapi tekanan berlebihan dari publik.
Klok menyebut, kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi masa depan sepak bola Indonesia, yang seharusnya didukung dengan lingkungan positif dan suportif.
“Tekanan dari ratusan ribu hingga jutaan komentar negatif dapat memengaruhi kondisi mental pemain secara signifikan,” kata Klok.
Klok pun menegaskan, pemain yang sedang berusaha mencapai performa terbaiknya justru bisa mengalami penurunan akibat beban psikologis.***
