PAD Kota Bandung 2025 Lampaui Rp3 Triliun, Ditopang oleh Sejumlah Sumber Pajak Utama

SERBA BANDUNG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung pada tahun 2025 melampaui Rp3 triliun, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, menyampaikan bahwa

Capaian tersebut, menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, ditopang oleh sejumlah sumber pajak utama, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). 

“Di tahun 2025, realisasi PAD kita mencapai tiga triliun lima puluh miliar. Kontributor terbesarnya berasal dari PBB, BPHTB, dan pajak kendaraan bermotor. Selain itu, pajak restoran dan hotel juga memberikan kontribusi yang cukup besar,” kata Gun Gun, dilansir dari laman Humas Kota Bandung.

Menurutnya, peningkatan PAD 2025 tidak terlepas dari membaiknya aktivitas ekonomi di Kota Bandung. 

Berbagai kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bandung berdampak positif terhadap sektor jasa, khususnya restoran, hotel, dan hiburan.

Baca juga: Waspada Super Flu Varian Baru, Gejala Lebih Berat dan Muncul Secara Mendadak

Diketahui, sepanjang 2025, sejumlah acara besar digelar di Kota Bandung. Seperti Pocari Sweat Run, Asia Africa Festival, rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bandung ke-215, hingga perayaan Nataru.

Bahkan pada masa libur Nataru, okupansi sejumlah hotel di kawasan pusat kota Bandung dikabarkan mencapai 100 persen. Di titik penyangga lainnya, angka okupansi tercatat tak kurang dari 60 persen.

Tren sosial media yang menyebut ‘satu Indoesia liburan ke Bandung’ memberi dampak positif terhadap sektor hotel, restoran, dan parkir.

“Pemkot Bandung berfokus pada acara-acara besar di Kota Bandung, yang memberi dampak signifikan terhadap daya tarik wisatawan. Pak Wali Kota juga berfokus pada hal tersebut,” ujar Gun Gun.

Secara rinci. Gun Gun menjelaskan realisasi pajak restoran pada 2025 tercatat mencapai Rp434 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp398 miliar. Sementara itu, pajak hiburan juga mengalami kenaikan dari Rp67 miliar pada 2024 menjadi Rp78 miliar di 2025.

Selain sektor jasa, masuknya PKB dan BBNKB sebagai pelimpahan dari pemerintah provinsi turut memperkuat struktur PAD Kota Bandung pada 2025. 

PKB menyumbang realisasi sekitar Rp578 miliar, sedangkan BBNKB mencapai sekitar Rp199 miliar. 

Baca juga: Penumpukan Sampah Diprediksi akan Terjadi Lagi di Kota Bandung

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Bandung optimistis dapat menjaga tren kenaikan PAD pada tahun 2026. Target PAD 2026 pun ditetapkan sebesar Rp3,6 triliun. 

“Target PAD tahun 2026 sebesar Rp3,6 triliun. Kami tetap mengandalkan PBB dan BPHTB yang masing-masing ditargetkan Rp700 miliar, serta PKB dan BBNKB secara gabungan sekitar Rp800 miliar,” jelasnya. 

Selain itu, Bapenda Kota Bandung juga menargetkan peningkatan kontribusi dari sektor perhotelan dan restoran seiring dengan pulihnya tingkat hunian hotel dan meningkatnya kegiatan MICE di Kota Bandung. 

Adapun pajak hotel ditargetkan sebesar Rp405 miliar, sementara pajak restoran ditargetkan Rp398 miliar pada 2026.

Terpisah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut capaian ini merupakan kolaborasi dari berbagai pihak. Ia optimis, dengan kolaborasi, target PAD 2026 dapat terealisasi.

“Pada prinsipnya, kolaborasi jadi hal penting. Harus dilakukan,” terangnya.

Dengan tren positif yang sudah terbentuk di 2025, Pemkot Bandung merasa optimis tren positif PAD pada 2025 dapat menjadi modal untuk merealisasikan target PAD 2026, sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal dan mendukung pembangunan Kota Bandung.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *