Hilang Kontak Pesawat ATR 42 500 Milik Indonesia Air Transport

SERBA BANDUNG – Pesawat jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport dengan rute Yogyakarta–Makassar, hilang kontak pada Sabtu (17/1) setelah lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
Pesawat tersebut mengangkut total sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Laporan mengenai hilangnya pesawat ini telah diterima oleh Kementerian Perhubungan, yang kemudian menginisiasi upaya pencarian.
Fokus pencarian saat ini berada di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tempat pesawat terakhir kali terdeteksi.
Berikut daftar nama kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros:
Kru pesawat:
1. Kapten Andi Dahananto
2. Muhammad Farhan
3. Gunawan Restu Adi
4. Dwi Murdiono
5. Florencia Lolita
6. Esther Aprilita
7. Tidak disebutkan namanya
Baca juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Kekayaan Negara akan Dirasakan oleh Seluruh Rakyat Indonesia
Penumpang pesawat:
1. Ferry Irrawan
2. Deden Mulyana
3. Yoga Nauval
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi last contact pesawat yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
Kaitan dengan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan, tiga pegawainya merupakan penumpang pesawat yang hilang kontak tersebut, dimana mereka merupakan Tim air surveillance dari PSDKP.
Menurut Wahyu, tiga pegawainya itu ikut dalam rombongan penerbangan dalam rangka misi pengawasan atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.
“Perlu kami sampaikan benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara,” kata Wahyu Trenggono dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu 17 Januari 2026.
Seperti diketahui, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.
Baca juga: Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar, Destinasi Wisata Religi Modern di Kota Bandung
Pesawat awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.***
