Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga di Pinggir Rel

SERBA BANDUNG – Usai melakukan blusukan dan menyapa langsung masyarakat yang tinggal di kawasan pinggir rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2026, Presiden Prabowo segera menginstruksikan pembangunan hunian layak bagi warga terdampak.
Langkah cepat ini diambil setelah Presiden Prabowo mendengar langsung kondisi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Banyak di antara mereka telah menetap selama puluhan tahun di kawasan pinggir rel dengan fasilitas yang sangat minim.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, kebijakan ini dirancang dengan pendekatan kemanusiaan dan memastikan bahwa warga tetap dekat dengan lingkungan sosial dan sumber penghidupan mereka.
Pemerintah, menurut Teddy, ingin perubahan ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Baca juga: Lebaran 2026, Penumpang Whoosh Tembus 24 Ribu Orang dalam Sehari
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba hadir di tengah pemukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Presiden turun dari kendaraan dan mulai menyapa warga. Dalam hitungan detik, suasana haru dan tak percaya bercampur menjadi satu menyelimuti permukiman tersebut.
Warga dari berbagai kalangan mulai dari orang dewasa hingga anak-anak berlarian menghampiri Presiden. Mereka tampak antusias untuk sekadar melihat dari dekat, berjabat tangan, hingga menyampaikan harapan secara langsung.
Salah satu warga, Nur Hanifah, menyampaikan harapannya kepada Presiden agar bantuan dari pemerintah terus berjalan. Senada, warga lainnya, Yana turut berharap program bantuan sosial seperti PKH dapat terus berlanjut, serta dukungan bagi anak-anak seperti program makan bergizi gratis (MBG) tetap diberikan.
Baca juga: H+3 Idulfitri, Masyarakat Masih Padati Tempat Wisata!
“MBG, pokoknya biar anak sekolah itu bisa gini lagi lah, karena kita kan orang sini kan mayoritasnya pada di bawah garis itu lah ya. Biar berlanjut terus lah gitu, kalau pun ibu rumah tangga nih saya, ya buat anak-anak sekolah gitu,” kata Bu Yana.
Seorang pemulung bernama Cono, yang juga merupakan warga di daerah tersebut mengaku sempat berbincang langsung dengan Presiden. Ia mengingat momen tersebut sebagai kejadian yang spontan dan tak terduga. “Ya kaget, spontanitas kan,” kata Cono.
Ia pun menyampaikan harapannya terkait keterbatasan tempat tinggal yang dialaminya beserta para warga sekitar. “Kata Pak Prabowo, mau enggak dibikinin rumah susun? Saya bilang mau pak, karena saya nggak banyak tempat tinggal. Memang ini adanya,” katanya.***
