Sumardji: Persoalan yang Dihadapi Para Pemain Abroad di Eredivisie Tidak Berpengaruhi untuk Indonesia

SERBA BANDUNG – Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, menegaskan terkait persoalan yang kini dihadapi para pemain dan klub, merupakan hal teknis administrasi yang berkaitan dengan peraturan di Belanda.

Sumardji memastikan, hal ini tidak mempengaruhi status para pemain untuk Indonesia. 

“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” kata Sumardji, dilansir dari laman resmi PSSI, Jumat 3 April 2026.

Pihaknya memastikan seluruh proses naturalisasi pemain keturunan sah dan sesuai dengan peraturan di Indonesia.

Hal ini mengemuka berkaitan dengan isu yang tengah meluas terkait beberapa pemain diaspora yang berlaga di Liga Belanda (Eredivisie). 

Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji mengatakan seluruh pemain Tim Nasional yang bermain di Eredivisie telah menjalani proses sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia dan semata-mata sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap tanah air. 

Baca juga: Marc Klok: Aksi Bully ke Pemain Timnas Indonesia Merupakan Tindakan Tidak Berguna

“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” tegas Sumardji.

“Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air,” lanjutnya. 

“Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda,” jelas Sumardji.

Anggota Komite Eksekutif PSSI ini bangga terhadap kiprah para pemain Timnas di Liga Belanda yang mampu tampil maksimal dan menjadi andalan klub-klub top.

Ia mencontohkan Maarten Paes yang menjadi kiper andalan Ajax Amsterdam, sebuah klub legendaris kincir angin. 

“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita. Kami juga sangat bersyukur, bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes,” ungkap Sumardji.

Kasus Paspoortgate

Sebelumnya, muncul kasus “paspoortgate” yang sempat membuat sejumlah pemain Timnas Indonesia tidak dapat bermain di Liga Belanda. 

Baca juga: FIFA Series 2026: Ujian Pertama Bagi Pelatih Timnas John Herdman

Justin Hubner dan tiga pemain lainnya kini berpeluang kembali merumput dalam waktu dekat setelah adanya upaya penyelesaian administratif.

Permasalahan ini muncul akibat polemik izin tinggal yang membuat status mereka dianggap sebagai pemain non-Uni Eropa. Namun demikian, sejumlah pihak di Belanda kini tengah merancang solusi agar para pemain yang lahir dan besar di negara tersebut bisa mendapatkan izin tinggal permanen.

Jika kebijakan tersebut disetujui, status mereka tidak lagi masuk kategori pemain non-Uni Eropa. Dengan demikian, hambatan administratif yang selama ini menghambat karier mereka berpotensi segera dihapus.

Selain itu, koordinasi antara berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan solusi yang diambil tetap sesuai dengan regulasi dan prinsip keadilan.

ESPN Belanda melaporkan ada harapan besar bahwa para pemain yang terdampak ‘paspoortgate’ akan kembali memenuhi syarat bermain dalam beberapa minggu ke depan, tanpa harus mengikuti aturan untuk pemain non-Uni Eropa.

Kebijakan ini penting karena berkaitan langsung dengan izin kerja dan beban gaji minimum. Jika status pemain dipulihkan, klub tidak lagi terbebani aturan gaji tinggi bagi pemain non-Uni Eropa.

“Dengan cara itu, mereka tidak perlu memiliki izin kerja dan juga tidak harus memenuhi syarat gaji tinggi, namun tetap bisa bermain untuk negara seperti Indonesia atau Suriname,” tulis ESPN.

Meski demikian, kepastian resmi masih menunggu keputusan pemerintah Belanda. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk tetap bersabar hingga proses administrasi selesai.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *