Tujuan Puasa untuk Meningkatkan Takwa Kepada Allah SWT

SERBA BANDUNG – Kewajiban berpuasa telah dijelaskan dalam Al-Qur’an utamanya terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 183-187.

Ayat-ayat ini menjelaskan tentang tujuan puasa yakni untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT. 

Surat Al-Baqarah Ayat 183: Perintah Puasa

Bunyi: “…kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alal-lażīna min qablikum la’allakum tattaqūn(a).”

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

‘Takwa’ secara harfiah berasal dari bahasa Arab waqa-yaqi-wiqayah yang berarti memelihara, melindungi, atau menjaga diri.

Dalam istilah syariat, takwa adalah mengerjakan segala perintah Allah SWT dengan sepenuh hati dan menjauhi segala larangan-Nya sebagai bentuk ketaatan, rasa takut, dan cinta kepada-Nya. 

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa Ramadan selama 9 tahun (dimulai tahun 2 H) hingga beliau wafat, dengan rincian 8 kali puasa selama 29 hari dan 1 kali selama 30 hari.

Beliau menyegerakan berbuka dengan kurma/air, mengakhirkan sahur, serta memperbanyak sedekah dan tilawah Al-Qur’an. Puasa Nabi menjadi teladan utama umat Islam. 

Aktivitas Selama Ramadan: 

Nabi meningkatkan kedermawanan, memperbanyak tilawah Al-Qur’an (sering bersama Malaikat Jibril), dan melakukan i’tikaf.

Puasa Selain Ramadhan: 

Sebelum kewajiban Ramadhan, Nabi sudah puasa Asyura (10 Muharram) dan puasa 3 hari setiap bulan (13, 14, 15 Qomariyah).

Keringanan: 

Nabi mengajarkan untuk mengambil rukhsah (keringan) tidak berpuasa saat perjalanan jauh atau perang. 

Orang yang Tidak Berpuasa di Bulan Ramadan

Orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan terbagi menjadi golongan yang diperbolehkan (karena udzur syar’i) dan yang tidak.

Golongan udzur wajib qadha (mengganti puasa) atau fidyah seperti: sakit, musafir, haid/nifas, ibu hamil/menyusui, dan orang tua renta. Sengaja tidak berpuasa tanpa alasan adalah dosa besar. 

Berikut adalah rincian golongan yang tidak berpuasa:

Sakit:

Orang yang sakit dan kondisinya semakin parah jika berpuasa, atau sakit menahun yang tidak diharapkan kesembuhannya.

Musafir: Orang yang melakukan perjalanan jauh (minimal 80 km).

Haid dan Nifas: Perempuan yang mengalami haid atau nifas dilarang puasa dan wajib menggantinya.

Ibu Hamil dan Menyusui: Diperbolehkan tidak berpuasa jika mengkhawatirkan kesehatan diri atau janin/bayinya.

Orang Tua Renta: Lansia yang sudah tidak mampu berpuasa, wajib membayar fidyah.

Orang Gila: Orang yang hilang akal, tidak wajib berpuasa.

Anak Kecil: Anak yang belum baligh.

Pekerja Berat: Orang yang melakukan pekerjaan sangat berat dan berisiko fatal jika tetap berpuasa (wajib mengganti di lain waktu). 

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Semoga hati kita dibersihkan dari segala prasangka dan dosa. Semoga Ramadhan ini menjadi awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *