Pemkot Bandung Amankan Ratusan Titik Galian Berbahaya!

SERBA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan pengamanan di ratusan titik bekas galian jalan akan segera dilakukan meski berpotensi menambah kepadatan lalu lintas dalam waktu dekat.
Ia mengungkapkan, selain fokus pada perbaikan dan beautifikasi di 17 ruas jalan, Pemkot juga memberi perhatian serius pada pengamanan proyek Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) yang dikerjakan berbagai pihak, seperti PT BII dan asosiasi penyelenggara jaringan.
“Tanpa koordinasi yang baik, pekerjaan ini terbukti menimbulkan kecelakaan. Ini tidak bisa dianggap remeh,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu 1 April 2026.
Baca juga: Pemkot Bandung Mulai Tertibkan Reklame Ilegal!
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung akan memasang marka pengamanan di titik-titik rawan, terutama di lokasi bekas galian yang berisiko bagi pengendara. Farhan bahkan menyebut jumlahnya mencapai ratusan titik galian di seluruh kota.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan yang mungkin terjadi akibat proses pengamanan tersebut.
“Saya mohon maaf kepada warga karena beberapa titik pasti akan terasa lebih padat. Tapi ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Farhan menyatakan, pekerjaan infrastruktur tetap akan dilanjutkan. Namun, sebelum proyek kembali berjalan, seluruh titik galian yang berbahaya harus diamankan terlebih dahulu dengan standar yang lebih ketat.
Baca juga: Lebaran 2026 Diperkirakan 700 Ribu Wisatawan Datang ke Bandung
Pengamanan ini akan dikoordinasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta aparat kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Pengamanan harus selesai hari ini. Untuk keseluruhan pekerjaan, kami targetkan rampung paling lambat Juni,” tegasnya.
Terkait proyek lain seperti Bandung Rapid Transit (BRT), Farhan menegaskan saat ini fokus utama masih pada pengamanan infrastruktur telekomunikasi. Evaluasi terhadap rencana proyek lanjutan akan dilakukan setelah pengajuan resmi dari pihak BRT diterima.
“Saya belum melihat tambahan rencana mereka berikutnya. Nanti kalau sudah ada pengajuan untuk rencana baru, kita akan pelajari untuk memberikan izinnya lagi atau tidak,” pungkasnya.***
