Amerika Serikat akan Lakukan Serangan Darat, Iran: Selamat Datang di Neraka

SERBA BANDUNG – Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan serangan darat terbatas di Iran, rencana tersebut mencakup kemungkinan serangan cepat ke fasilitas strategis Iran, termasuk pusat ekspor minyak dan lokasi pesisir di sekitar jalur pelayaran vital dunia.

The Washington Post yang mengutip pejabat AS, Pentagon tengah mempersiapkan operasi darat selama beberapa minggu di Iran. Operasi itu disebut berpotensi mencakup serangan terhadap Pulau Kharg serta lokasi pesisir dekat Selat Hormuz.

Pulau Kharg adalah pulau karang strategis di Teluk Persia, Iran, yang berfungsi sebagai terminal ekspor utama untuk 90% minyak mentah Iran. Terletak 25 km lepas pantai Provinsi Bushehr, pulau seluas 22 km² ini dijaga ketat oleh IRGC dan dijuluki ”Pulau Terlarang” karena kontrol aksesnya yang sangat ketat.

Pulau Kharg merupakan pusat energi, terminal ini mampu memproses dan mengekspor sekitar 7 juta barel minyak per hari, menjadikannya ‘urat nadi ekonomi’ Iran.

Sebuah peringatan keras sekaligus sarkatis disampaikan surat kabar berbahasa Inggris asal Iran, Tehran Times, pada Sabtu (29/3/2026) menanggapi rencana invasi darat AS ke Iran.  

Baca juga: Sekjen PBB Mengeluarkan Peringatan Perang yang Lebih Luas saat Konflik Timur Tengah

Di sisi lain, media Iran berbahasa Inggris, Tehran Times mengungkapkan peringatan keras dengan menyatakan pasukan asing yang memasuki wilayahnya akan hanya keluar dalam peti mati. 

Pesan keras tersebut, yang terpampang di halaman depan dengan judul ‘Selamat Datang di Neraka’, menandakan meningkatnya ketegangan saat Washington mempertimbangkan untuk mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Sementara itu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah mempersiapkan skenario operasi darat terbatas selama beberapa minggu di wilayah Iran.

Rencana militer yang dirancang di bawah ambang batas invasi penuh (full invasion) ini berpotensi melibatkan serangan kilat dari pasukan operasi khusus (special operations) dan infanteri konvensional ke Pulau Kharg serta sejumlah situs pesisir strategis di dekat Selat Hormuz (Strait of Hormuz).

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa sekitar 3.500 tentara tambahan dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (31st Marine Expeditionary Unit) telah tiba di Timur Tengah pada 27 Maret 2026 menggunakan kapal serbu amfibi USS Tripoli.

Baca juga: Dua Prajurit TNI di Lebanon Kembali Gugur Saat Menjemput Jenazah Praka Farizal Rhomadon

Selain marinir, pemerintahan Trump juga bersiap menerjunkan ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne) ke kawasan tersebut.

Merespons ancaman tersebut, jajaran elite Teheran langsung mengeluarkan peringatan keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding musuh diam-diam merencanakan serangan darat di balik kedok pesan negosiasi.

“Mereka tidak sadar bahwa orang-orang kami sedang menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka dan menghukum mitra regional mereka selamanya,” ancam Ghalibaf, seraya menegaskan akan menghancurkan infrastruktur vital milik negara tetangga mana pun yang berani memfasilitasi operasi AS tersebut.

Baca juga: Selat Hormuz Perairan Internasional Strategis Utama Dunia untuk Perdagangan Energi

Sumpah pembalasan juga datang dari Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, yang memastikan akan membidik kapal induk USS Abraham Lincoln jika masuk ke dalam jarak tembak demi membalas dendam atas tenggelamnya kapal perang Dena pada 4 Maret lalu.

Lebih jauh, pemberontak Houthi di Yaman yang didukung penuh oleh Iran dilaporkan telah disiagakan untuk membuka front pertempuran baru di Selat Bab al-Mandeb (Bab al-Mandeb Strait) guna memberikan hukuman maksimal bagi Washington.

Bab al Mandeb atau ‘Gerbang Air Mata’ adalah selat yang memisahkan benua Asia (Yemen di semenanjung Arab) dengan Afrika (Jibuti, sebelah utara Somalia), dan menghubungkan Laut Merah dengan samudra Hindia (teluk Aden). Selat ini kadang-kadang disebut selat Mandab Strait.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *