Presiden Prabowo Mengecam Keras Tindakan Keji yang Menyebabkan Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

SERBA BANDUNG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Pernyataan keras tersebut, diungkapkan Kepala Negara melalui akun Instagramnya, yang di unggah pada Minggu, 12 Desember 2026.
Prabowo juga menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tulis Presiden Prabowo.
Negara akan selalu hadir, lanjut Prabowo, untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit kita, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan.
Baca juga: Amerika Serikat akan Lakukan Serangan Darat, Iran: Selamat Datang di Neraka
Presiden juga mengajak untuk tetap semangat dan bertekad untuk menjaga perdamaian.
“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tegas Presiden Prabowo.
Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI
Presiden Prabowo tak lupa memberikan penghormatan terakhir kepada tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Prosesi penghormatan dilaksanakan di tempat persemayaman di Ruang Tengah Terminal VIP, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, pada Sabtu, 4 April 2026.
Presiden memberikan penghormatan kepada tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.
Baca juga: Sekjen PBB Mengeluarkan Peringatan Perang yang Lebih Luas saat Konflik Timur Tengah
Presiden Prabowo turut menghampiri keluarga yang ditinggalkan satu per satu untuk berinteraksi dan menguatkan mereka. Kepada para keluarga, Presiden menyampaikan ucapan belasungkawa, serta penghormatan atas pengabdian para personel yang gugur.
Penghormatan terakhir pun diberikan Kepala Negara kepada ketiga jenazah sebelum pengusungan jenazah menuju tempat dilaksanakannya upacara persemayaman.
“Mereka gugur, namun jasa dan semangatnya akan terus hidup di setiap langkah Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” demikian bunyi rilis resmi Presiden RI.***
