Farhan: Maraknya Praktik Parkir Liar Semakin Tak Terkendali!

SERBA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan maraknya praktik parkir liar semakin tidak terkendali.

Farhan telah memantau sejumlah titik di Kota Bandung pada akhir pekan. Dari hasil tinjauannya, ia menemukan berbagai pelanggaran yang dibiarkan tanpa penindakan.

“Kedisiplinan di Kota Bandung seperti tidak terjaga. Saya berkeliling selama akhir pekan, parkir liar ada di mana-mana,” kata Farhan, di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 13 April 2026

Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di lapangan, menurut Farhan, membuat pelanggaran seolah menjadi hal biasa. Ia menegaskan, perilaku yang merugikan ketertiban umum tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi.

“Orang berbuat sesuatu yang buruk di ruang publik dibiarkan tanpa ada tindakan hukum. Ini tidak bisa terus terjadi,” tegasnya.

Baca juga: WFH: 137 ASN Kota Bandung Teridentifikasi Melakukan Mobilitas di Luar Radius Lokasi yang Ditentukan

Menanggapi kondisi tersebut, Farhan langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk segera mengambil langkah konkret dan memastikan langkah penertiban dilakukan tanpa kompromi.

“Saya minta Satpol PP dan Dishub untuk segera mengambil langkah konkret dan pastikan langkah penertiban dilakukan tanpa kompromi,” tandasnya.

Konsumen Minimarket dan Pengunjung RSHS Keluhkan Praktik Jukir Liar

Praktik juru parkir (jukir) liar kian marak di sejumlah minimarket di Kota Bandung,   konsumen diminta membayar dengan tarif yang tidak menentu.

Keberadaan jukir liar dinilai para konsumen minimarket, menciptakan rasa tidak nyaman karena kerap disertai intimidasi verbal.

Salah seorang pengunjung minimarket, Heri, mengaku resah dengan keberadaan jukir liar yang jumlahnya terus bertambah. Ia mengatakan, pungutan kerap diminta sesaat setelah pengunjung memarkirkan kendaraan.

Baca juga: Bandung Zoo, Tiga hingga Empat Calon Pengelola Sudah Mendaftar

“Makin ke sini makin banyak, walupun hanya parkir sebentar, karena yang dicari tidak ada di market tersebut, namun tetap dimintain uang, dengan l tarifnya yang beda-beda. Kalau tidak dikasih ujing-ujungnya ngedumel,” kata Heri, Senin 9 April 2026.

Selain itu, jukir liar juga marak di sekitar jalan sekeliling Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), mereka umumnya memasang tarif Rp20 ribu keatas sekali parkir untuk kendaraan roda empat.

Yang datang ke RSHS -selain dokter dan tenaga kesehatan- umumnya sedang mengalami sakit atau menengok keluarganya yang sakit. Makin repot lagi mendapati persoalan tambahan digetok jukir liar.

Seorang warga dari Indramayu, Wahyu, mengeluh karena sudah 3 kali bolak-balik mobilnya tidak mendapatkan tempat parkir didalam area parkir RSHS, terpaksa ia parkir diluar di jalan sekitar RSHS.

“Saya dari Indramayu berangkat jam 3 dini hari, saya mau mengantar anak kontrol. sampai disini (RSHS-red) susah mendapatkan parkir, terpaksa parkir di pinggir jalan dengan tarif Rp20 ribu kadang lebih,” kata Wahyu.

“Belum lagi resiko kehilangan, apa mereka (jukir liar-red) mau tanggung jawab?,” ujarnya kesal.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *