KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Masyarakat Bisa Menyuarakan Aspirasinya tanpa Hambatan Kendaraan

SERBA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, salah satu tujuan penataan halaman Gedung Sate agar nasyarakat tetap bisa menyuarakan aspirasinya tanpa hambatan kendaraan.
Lalu lintas pun tidak akan terganggu oleh aktivitas masyarakat di depan Gedung Sate karena akan dialihkan memutar ke depan Hotel Pullman. Kendaraan tidak dapat lagi melintas di depan Gedung Sate.
“Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate,” ujar KDM, Rabu 15 April 2026.
KDM menyebut, selama ini, aktivitas seperti demonstrasi di depan Gedung Sate kerap mengganggu lalu lintas. Jalan Diponegoro harus ditutup saat terjadi demonstrasi sehingga mengakibatkan kemacetan.
Baca juga: Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung Dicopot Sementara Karena Persulit Wajib Pajak
“Kondisi seperti itu tidak akan terjadi setelah penataan halaman Gedung Sate,” tegas KDM.
KDM memastikan, penataan halaman Gedung Sate tidak akan mengubah elemen penting yang sudah ada, termasuk batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum di area tersebut.
Penataan halaman Gedung Sate juga akan menambah estetika area tersebut. Tinggi halaman Gedung Sate akan dibuat sama dengan halaman Gasibu sehingga terlihat lebih menyatu.
“Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar,” pungkas KDM.
Baca juga: KDM Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda di Dies Natalis ke-58 UIN Bandung
Penataan halaman Gedung Sate dengan nilai proyek senilai Rp15,8 miliar yang dijadwalkan selesai pada Agustus 2026. Dengan rincian fisik Rp15,03 miliar, jasa konsultasi perencanaan Rp321,3 juta, dan pengawasan Rp464,3 juta.
Pekerjaan penataan kawasan seluas 14.642 m² ini berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026.
Menurut laporan dari Jabarprov, proyek ini diharapkan menjadikan kawasan tersebut pusat administrasi dan seremoni kebangsaan yang lebih menyatu dan teratur.***
