KDM: Gedung Sate Tidak Memiliki Tingkat Keamanan yang Memadai dengan Adanya Hotel Pulman

SERBA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyesalkan keberadaan bangunan Hotel Pulman yang tingginya melebihi Gedung Sate, ia menilai hal itu adalah kesalahan besar, baik dari sisi estetika, sejarah (heritage), maupun keamanan.
“Sniper ada di Pullman membidik ke arah gedung sate itu sangat mudah. Sehingga saya lebih memilih tinggal di rumah saja daripada di gedung sate,” kata KDM, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Rabu 15 April 2026.
“Yang paling menarik Pullman itu dibangun di atas tanah pemda Jawa Barat. Itu itulah anehnya kita,” ujar KDM.
Menurut KDM, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Gedung Sate tidak lagi memiliki tingkat keamanan yang memadai sebagai pusat pemerintahan. Ia menilai keberadaan bangunan yang lebih tinggi di depannya membuat posisi gedung menjadi rentan secara strategis.
Selain itu, KDM juga menyinggung kondisi Gedung pakuan yang juga salah, karena di depannya ada hotel yang lebih tinggi dari gedung pakuan.
“Gedung pakuan juga salah. Itu di depannya ada hotel yang lebih tinggi dari gedung pakuan. Jadi kita ini kalau ngomong pertanyaannya baheula nu jelas salah di arantep itu problem kita gitu loh. Itu salah Pak,” jelas KDM.
Diketahui, Hotel Pulman tercatat mulai beroperasi atau diresmikan sekitar tahun 2020. Perjanjian pembangunan Hotel Pullman Bandung dimulai pada masa Gubernur Jawa Barat HR Nuriana dengan PT Tritunggal Lestari Makmur (TLM).
Proyek ini sempat mangkrak saat krisis moneter sebelum akhirnya dilanjutkan, dan pembangunannya diselesaikan hingga diresmikan pada masa Gubernur Ahmad Heryawan.
Pada tahun 2019, Kementerian ATR/BPN pun sempat akan melakukan pemangkasan atas pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel Pullman.
Baca juga: KDM Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda di Dies Natalis ke-58 UIN Bandung
Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengendalian Tanah Kementerian Agraria, Budi Situmorang pada 6 Februari 2019 lalu
menyebut bahwa hotel 18 lantai ini juga menyalahi aturan tata ruang, namun tidak memberikan perincian lebih detail.
Ia hanya mengatakan bahwa hotel ini juga menghalangi pemandangan masyarakat terhadap bangunan Gedung Sate yang menjadi ciri khas Kota Bandung.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) pada waktu itu, enggan menanggapi rencana Kementerian ATR/BPN memangkas gedung Hotel Pullman.
“Kalau itu mah tanyanya ke wali kota Bandung, jangan tanya ke gubernur Jawa Barat,” kata RK di Bandung, Kamis, 7 Februari 2019.***
