BNPB: Jumlah Korban Gempa Bumi NTT sebanyak 71 Meninggal sejak 15-19 Agustus 2026

SERBA BANDUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan  jumlah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) total terdapat 71 korban meninggal sejak 15-19 Agustus 2026, dan sekitar 59.647 warga mengungsi.

Sementara itu, total korban luka berat dan luka ringan tercatat sebanyak 931 orang. Para korban gempa tersebut tersebar di tujuh kabupaten di kawasan Pulau Flores.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan memastikan bantuan terus terdistribusi bagi masyarakat yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak.

“Jumlah korban bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami dari pemerintah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya keluarga kita,” kata Berton melalui konferensi pers secara daring, di Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.

Berton juga mengimbau kepada para penyintas di NTT agar tetap tenang, karena pemerintah terus memastikan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar warga yang menjadi korban gempa.

Baca juga: Basarnas: Jumlah Korban Meninggal Dunia akibat Gempa di Flores, NTT Menjadi 51 Orang

Ia juga menambahkan per Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB distribusi logistik via udara telah dilakukan sebanyak 165 ton, dengan total barang bantuan yang terkirim dari 15-18 Agustus 2026 sebanyak 398 ton. Bantuan tersebut tetap dikirimkan melalui jalur darat sebagai moda utama.

“Kami juga mengalami kendala yakni karakter geografis di Flores yang saat ini sulit dijangkau. Oleh karena itu bantuan disalurkan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi akses dari kecamatan sampai ke titik pengungsian. Optimasi transportasi laut juga digunakan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah yang cukup besar,” ujarnya.


Sementara itu, Pemerintah, atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, terus mempercepat pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Hingga hari kelima pascabencana, Rabu 19 Agustus 2026, sebanyak 253 ton logistik telah diangkut menuju wilayah terdampak.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pada Rabu dini hari, lima pesawat kembali diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan membawa total 65 ton bantuan.

“Yang pertama, atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik. Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik,” ujar Teddy.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Wilayah NTT pada Sabtu Subuh, BMKG Cabut Peringatan Tsunami

Logistik yang dikirim terdiri atas makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain bagi warga terdampak. Pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.

Dari Posko Labuan Bajo, bantuan didorong menuju sejumlah wilayah, antara lain Manggarai dan Ngada. Sementara itu, bantuan dari Posko Maumere didistribusikan menuju Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat dengan helikopter serta pesawat Cassa dan pesawat berukuran lebih kecil. Untuk jalur laut, tiga KRI TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak dan satu kapal rumah sakit juga hampir berlabuh.

“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkap Teddy.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *