18 Kelompok Suporter Klub Peserta Super League 2026/2027 Lakukan Deklarasi Damai

SERBA BANDUNG – Perwakilan dari 18 kelompok suporter klub peserta Super League 2026/2027 melakukan deklarasi damai dan penandatanganan pakta integritas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sebelum pertandingan antara Bali United dan PSS Sleman, Jumat 4 September 2026.

“Dengan ini menyatakan komitmen penuh demi menjaga kelancaran, keamanan, dan sportivitas dalam setiap pertandingan,” demikian bunyi deklarasi yang disampaikan bersama-sama.

Para perwakilan suporter juga mendeklarasikan fakta integritas yaitu menjaga suasana kondusif, setop anarkisme dan kekerasan, tidak ada rasisme dan SARA (suku, agama, ras dan antargolongan).

Selain itu, perwakilan suporter juga siap menjaga ketertiban dan taat aturan, berkomitmen positif saat suporter tandang dan bersikap ksatria dan sportif.

Pada laga perdana itu juga menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya suporter tamu kembali mendapat akses untuk menonton setelah empat tahun dilarang hadir.

Dengan komitmen dalam deklarasi ini, para suporter diharapkan dapat saling menjaga keamanan dan menjaga suasana kondusif selama Super League 2026/2027 berlangsung.

Baca juga: Link Live Streaming Persib Vs PSM, Laga Pembuka Super League 2026/2027

Sebagaimana diketahui, Super League 2026/2027 diikuti oleh 18 tim yaitu Bali United, PSS Sleman, Arema, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Bhayangkara Presisi Lampung, Borneo FC, Dewa United Banten, Garudayaksa, Isen Mulang, Java United, Persik Kediri, Madura United, Persijap Jepara, Persita Tangerang, PSIM Yogyakarta, dan PSM Makassar.

Berkaitan dengan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi berharap momentum perdamaian suporter yang baru saja dideklarasikan oleh 18 perwakilan elemen suporter ini bisa menular ke laga Persija versus Persib.

Laga El Clasico Indonesia tersebut dijadwalkan bakal berlangsung pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 12 September 2026

Yunus secara terang-terangan meminta agar rivalitas negatif antara The Jakmania dan bobotoh segera diakhiri demi kemajuan sepak bola Indonesia.

“Saya berharap demikian. Ada beberapa perwakilan yang datang untuk bersama-sama berangkulan, memutar di lapangan menyampaikan bahwa tidak ada rivalitas yang negatif di antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta,” kata Yunus kepada media, di Bali, Jumat 5 September 2026.

Yunus ingin melihat para pendukung tim tamu tetap bisa menunjukkan identitasnya dengan rasa aman dan saling menghargai di dalam stadion.

Baca juga: Link Live Streaming Indonesia U-20 Vs Australia U-20, di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

“Kita harapkan mereka datang pakai kaos biru kalau bisa, ya ayo kita sapa suporter,” ujar Yunus.

Menurut Yunus, hakikat menonton sepak bola adalah mencari hiburan dan kebahagiaan, bukan justru menjadi ajang untuk saling bermusuhan.

“Untuk apa kita musuhan, ribut, toh kita hanya untuk menyenangkan diri mau nonton sepak bola, mau nonton tim kita, ayo kita bangun kebersamaan ini,” tegasnya.

Yunus pun meminta agar setiap laga kandang pada pekan pertama Super League dimulai dengan seremoni di mana perwakilan suporter tim tuan rumah dan tim tamu (away) berkeliling lapangan bersama untuk menyebarkan pesan positif tersebut.

“Saya sudah minta kepada direktur untuk pertandingan besok, lusa, seterusnya yang home pertama itu mendeklar suporter away dan home untuk bersama-sama keliling lapangan dan atau menyampaikan hal-hal positif,” pungkas Yunus Nusi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *