Aroma LALIGA Warnai Final Piala Dunia 2026

SERBA BANDUNG – Partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina tebarkan aroma LALIGA, dari total 52 pemain yang masuk dalam skuad kedua tim, 24 di antaranya berasal dari klub-klub peserta kasta tertinggi Liga Spanyol.
Kehadiran 24 pemain tersebut membuat LALIGA mendominasi daftar liga elite Eropa yang menyumbang finalis terbanyak, mengungguli Premier League yang mengirim 13 pemain dan Ligue 1 dengan lima perwakilan.
Partai final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion MetLife, New York, New Jersey, Amerika Serikat. Pertandingan dijadwalkan pada Minggu waktu setempat atau Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.
Selain unggul dari sisi jumlah pemain, LALIGA juga menunjukkan konsistensi menghadirkan pesepak bola yang mampu bersaing pada ajang internasional.
Kondisi tersebut semakin mempertegas pengaruh kompetisi sepak bola Spanyol terhadap perkembangan sepak bola dunia.
Perwakilan Klub Spanyol Barcelona menyumbang pemain muda kunci seperti Lamine Yamal, Gavi, dan Pedri.
Baca juga: FIFA Siapkan Cincin Juara Perdana untuk Pemenang Piala Dunia 2026
Sedangkan Real Madrid memperkuat Skuad Spanyol seperti Dani Carvajal dan beberapa penggawa muda yang berkontribusi membawa Spanyol ke partai puncak.
Sementara itu, Argentina, diperkuat lima pemain Atlético Madrid, termasuk mesin gol Julián Álvarez dan Nahuel Molina.
Adapun laga perebutan tempat ketiga yang digelar di Miami pada Minggu 19 Juli 2026 dini hari WIB akan mempertemukan Prancis dan Inggris.
Timnas Prancis membawa empat pemain Real Madrid yang dipimpin Kylian Mbappe serta satu pemain Barcelona, sedangkan Inggris diperkuat gelandang Real Madrid, Jude Bellingham.
Komentar Kedua Pelatih Jelang Laga Final
FIFA melaporkan, Pelatih Spanyol (La Roja) Luis de la Fuente, bersama sang kapten, Rodrigo, membagikan pandangan mereka dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
“Saya rasa besok akan menjadi sebuah pertunjukan yang luar biasa,” kata De la Fuente.
“Dua tim hebat akan saling berhadapan dan memiliki banyak kesamaan, terutama dari segi karakter yang kuat serta para pemain bertalenta tinggi.”
“Tentu saja kedua tim akan berusaha memaksimalkan kekuatan masing-masing, tetapi saya yakin baik Argentina maupun Spanyol akan menyusun strategi yang mengutamakan kualitas individu, bakat, dan permainan sepak bola yang indah,” terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa tampil sebagai salah satu finalis di New York New Jersey merupakan sebuah kehormatan besar.
“Saya merasa ini adalah sebuah kehormatan hanya dengan bisa berada di partai final. Saya bukan orang yang gemar mengucapkan hal-hal muluk. Bagi saya, yang penting adalah berada dalam posisi untuk memenangkan pertandingan,” imbuhnya.
“Saya bahkan akan senang jika setiap tahun bisa mencapai final Piala Dunia, meskipun harus kalah. Itu menunjukkan betapa berharganya Piala Dunia. Kini kami memiliki kesempatan untuk memperebutkan trofi juara dan itulah yang akan kami perjuangkan.”
Baca juga: Petisi “Argentina Out” dari Piala Dunia 2026, Kumpulkan 14 Juta Lebih Tanda Tangan
Sempat muncul keraguan mengenai kondisi kebugaran Lamine Yamal setelah mengalami benturan pada kemenangan semifinal atas Prancis.
Namun, De la Fuente memastikan bahwa sang penyerang telah kembali berlatih secara normal sejak saat itu. Kabar tersebut menjadi dorongan besar bagi Spanyol mengingat pemain berusia 19 tahun itu merupakan salah satu sosok paling berpengaruh di dalam tim.
Ketika ditanya mengenai perbandingan yang terus bermunculan antara Yamal dan kapten Argentina, Lionel Messi, De la Fuente menjawab, “Saya rasa Lamine harus tetap menjadi Lamine. Messi adalah pemain dengan bakat luar biasa dan menjadi teladan bagi semua pesepak bola muda.
“Saya berpikir sebagai panutan, tetapi Lamine harus tetap menjadi dirinya sendiri. Cara terbaik untuk membantu adalah dengan memberikan dukungan agar ia terus berkembang sebagai Lamine.”
Di pihak lain, Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni tidak memungkiri peran penting Lionel Messi untuk Skuad asuhannya di Piala Dunia 2026.
Menurutnya, kehadiran Messi memicu peningkatan performa rekan-rekan satu tim lainnya saat berlaga. Eksistensi pemain 38 tahun itu, selanjutnya, jadi katalis kegemilangan La Albiceleste di babak penyisihan Gempita Bola Dunia 2026.
“Ketika Messi ada, semua orang juga menyala dan kita bisa melihat kemampuan tim. Bahkan ketika tim sedang mengalami kesulitan di dalamnya, dia hadir di sana,” ujar Scaloni dikutip dari TyC Sports.***
