Kiandra Ramadhipa dan Aldi Mahendra Sukses Raih Podium Moto3 Junior dan WorldSSP 2026

SERBA BANDUNG – Dua pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa dan Aldi Satya Mahendra Sukses meraih podium pada kejuaraan Moto3 Junior dan WorldSSP 2026.
Kiandra Ramadhipa, mengukir prestasi mengesankan dengan menjadi juara Moto3 Junior Estoril 2026, Portugal, Minggu 14 Juni 2026. Ia berhasil menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 27 menit 55,32 detik untuk finis pertama di Sirkuit Estoril.
Sedangkan, Aldi Satya Mahendra sukses menorehkan prestasi gemilang menempati podium kedua pada balapan kedua (Race 2) seri putaran ke-7 World Supersport (WorldSSP) 2026 yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia.
Perjuangan pembalap tangguh asal Bantul, Yogyakarta ini patut diacungi jempol setelah berhasil melakukan kebangkitan luar biasa dibandingkan dengan hasil minor pada balapan pertama (Race 1), di mana ia hanya mampu menyentuh garis finis di posisi ke-12.
Kiandra Ramadhipa Kibarkan Merah Putih di Podium
Kiandra berhasil menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 27 menit 55,32 detik untuk finis pertama di Sirkuit Estoril.
Ia mengungguli dua pesaingnya yang juga naik podium yakni Travis Borg dan Carlos Cano. Hasil ini menjadi prestasi yang memuaskan buat Indonesia.
Baca juga: Kiandra Ramadhipa Kibarkan Merah Putih di Podium 1 MotoGP Rookies Jerez
Toreh prestasi pembalap asal Sleman, Yogyakarta ini, juga membuat bendera Merah Putih berkibar di podium Moto3 Junior Estoril. Lagu Indonesia Raya pun turut mewarnai kesuksesan Kiandra menjadi yang terbaik.
Kiandra menjadi yang terbaik setelah melakoni balapan sengit. Menduduki posisi start ketujuh, Kiandra kemudian bisa bersaing di rombongan depan memperebutkan podium.
Saling susul antar pembalap terjadi hingga lap terakhir. Ramadhipa bersaing dengan Borg, Cano, dan juga Giulio Pugliese.
Namun, Kiandra bisa menunjukkan performa menawannya dengan finis pertama mengungguli Borg dan juga Cano.
Aldi Mahendra Mencatatkan Waktu Terbaik Memasuki Lap Kelima
Performa impresif Aldi semakin terbukti ketika balapan memasuki lap kelima. Pada momen krusial tersebut, ia sukses mencatatkan waktu putaran terbaiknya dengan torehan 1 menit 37,518 detik dengan kecepatan rata-rata mencapai 156,008 km/jam.
Catatan waktu yang sangat tajam ini tidak hanya membawa dirinya semakin dekat dengan rombongan terdepan, tetapi juga resmi dinobatkan sebagai rekor putaran tercepat di sepanjang jalannya balapan kedua tersebut.
Melalui aksi saling susul yang menegangkan, Aldi Satya Mahendra akhirnya berhasil mengamankan tempat di podium ketiga usai menyentuh garis finis dengan selisih jarak atau gap yang cukup tipis, yakni hanya terpaut 3,160 detik dari sang pemenang balapan.
Aldi juga berhasil finis tepat di belakang pembalap asal Inggris, Tom Booth-Amos dari tim PTR Triumph Factory Racing yang menempati podium kedua dengan selisih jarak hanya 1,184 detik saja.
Sementara itu, posisi puncak atau status juara pada balapan kedua di sirkuit legendaris Italia ini berhasil direbut oleh rekan satu tim Aldi Satya Mahendra sendiri dari AS Blu Cru Racing Team yaitu, Albert Arenas.
Baca juga: Aldi Mahendra Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium di World Supersport 2026
Moto3 Junior
Moto3 Junior yang diikuti Kiandra, secara resmi dikenal sebagai Kejuaraan Dunia FIM JuniorGP atau FIM Moto3 Junior World Championship, adalah ajang balap motor kelas pembinaan bergengsi di bawah naungan Dorna Sports dan FIM.
Kejuaraan ini berfungsi sebagai batu loncatan utama bagi talenta muda berbakat untuk menuju Kejuaraan Dunia Moto3, dimana saat ini tergabung pembalap muda Indonesia, Veda Ega Ptatama.
Kompetisi ini menjadi tempat berkumpulnya para pembalap muda dari seluruh dunia untuk mengasah kemampuan balap mereka, sebelum menembus ajang Grand Prix yang sebenarnya.
Pembalap bersaing menggunakan mesin yang sangat identik atau mendekati motor yang digunakan di ajang Moto3 Grand Prix.
Regulasi usia minimum untuk tampil di Moto3 Grand Prix adalah 18 tahun, namun pembalap yang berada di posisi tiga besar klasemen akhir JuniorGP dapat diberikan pengecualian untuk debut lebih awal di usia 17 tahun.
WorldSSP (World Supersport)
WorldSSP (World Supersport) atau Kejuaraan Dunia Supersport yang diikuti Aldi Mahendra, adalah kelas balap motor bergengsi yang menjadi seri pendukung Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK).
Ajang ini menggunakan motor sport kelas menengah berbasis produksi massal (berkapasitas 600cc hingga 955cc) seperti Yamaha YZF-R6 atau Ducati Panigale V2.
Pembalap WorldSSP umumnya melakukan promosi atau naik kelas ke WorldSBK (World Superbike) sebagai jalur karier utamanya. Selain itu, banyak pembalap yang melompat ke ajang Grand Prix seperti Moto2.
Karena kejuaraan WorldSSP berada tepat di bawah WorldSBK (keduanya berada dalam satu paddock balap), tim-tim pabrikan Superbike biasanya mencari talenta terbaik dari grid WorldSSP.
Nama-nama besar seperti Andrea Locatelli, Philipp Oettl, dan pembalap lainnya berhasil promosi ke grid utama WorldSBK setelah tampil kompetitif di WorldSSP.
Tapi banyak pembalap juga menyeberang dari paddock Superbike ke paddock Grand Prix (Moto2), terutama jika mereka berusia muda dan memiliki dukungan sponsor atau manajemen yang kuat.
Manuel Gonzalez dan Adrian Huertas, yang bersinar sebagai juara WorldSSP, sukses promosi dan bersaing di kejuaraan dunia Moto2.
Pembalap kebanggaan Indonesia, Aldi Satya Mahendra, juga santer dikabarkan berpeluang diorbitkan ke Moto2 dari WorldSSP.***
