Persib Sampaikan Rasa Prihatin dan Duka Mendalam atas Sejumlah Insiden Pasca Kontra Persija

SERBA BANDUNG – PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas sejumlah insiden yang terjadi pasca pertandingan Persib melawan Persija pada Minggu, 10 Mei 2026 di Stadion Segiri, Samarinda.
Hal itu, disampaikan secara resmi oleh pihak PT Persib Bandung Bermartabat melalui Official Statement Persib, Rabu 13 Mei 2026.
Dalam statemennya, pihak Persib memahami bahwa pertandingan dengan tensi dan rivalitas tinggi kerap menghadirkan dinamika, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Persib pun menyayangkan adanya berbagai kejadian yang mencederai nilai sportivitas serta semangat sepak bola sebagai ruang yang seharusnya menghadirkan kebersamaan, rasa hormat, dan persatuan.
Pihak Persib menyampaikan perhatiannya terhadap beberapa insiden, gangguan, dan intimidasi terhadap tim maupun masyarakat dan Bobotoh.
“Beberapa kejadian yang menjadi perhatian kami di antaranya adalah insiden di lapangan yang melibatkan pemain Persib, Beckham Putra, gangguan dan intimidasi yang diterima rombongan tim saat perjalanan kepulangan melalui Bandara Sepinggan Balikpapan, serta sejumlah insiden yang menimpa masyarakat dan Bobotoh di beberapa daerah,” tulis Persib.
“Kami menerima informasi terkait dugaan perusakan terhadap salah satu restoran Sunda di Cibinong, Bogor, insiden kekerasan yang menimpa seorang pemuda berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat, pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta insiden yang menimpa seorang Bobotoh di Majalengka akibat aksi pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung,” terangnya.
Atas berbagai kejadian tersebut, saat ini pihak Persib tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan di tempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab.
Persib juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas.
“Dalam situasi seperti ini, rasa empati, kedewasaan, dan saling menghormati menjadi hal yang jauh lebih penting untuk dikedepankan bersama,” lanjutnya.
Persib mengungkapkan, bahwa pihaknya ingin hadir tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat.
“Karena itu, kami tengah berupaya menjalin komunikasi dengan para korban maupun keluarga yang terdampak sebagai bentuk perhatian dan dukungan yang dapat kami berikan,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak Persib mengimbau kepada tim untuk tetap menjaga fokus menghadapi dua pertandingan terakhir Liga 1 musim 2025/2026 melawan PSM pada 17 Mei 2026 dan Persijap pada 23 Mei 2026.
“Kami berharap seluruh Bobotoh tetap memberikan doa, dukungan, dan energi positif kepada tim,” lanjutnya.
Menurut PT PBB, dukungan yang dewasa, damai, dan penuh rasa hormat akan menjadi kekuatan penting bagi perjuangan Persib dalam menuntaskan musim ini dengan sebaik-baiknya.
“Mari bersama menjaga nama baik Persib, menjaga semangat persaudaraan, serta menunjukkan bahwa kecintaan terhadap klub dapat diwujudkan melalui sikap yang positif, bermartabat, dan saling menghormati,” ajaknya.***
