Wisata Belanja Kain Cigondewah Popularitasnya tak Lekang Oleh Waktu

SERBA BANDUNG – Cigondewah adalah sebuah kawasan sentra industri tekstil di Kecamatan Bandung Kulon. Selain viral di dalam negeri, sentra kain ini sudah sangat dikenal oleh negara tetangga. Tak sedikit pembeli produk tekstil Cigondewah yang berasal dari Afganistan, Yaman, Malaysia, Mesir, dan Brunei.
Selain varian produk tekstil yang super lengkap, Cigondewah memang selalu menjadi pilihan belanja karena popularitasnya yang tak lekang dimakan waktu. Tak heran hal tersebut bisa terjadi, sebab sentra industri tersebut sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, tepatnya pada 1982.
Secara administratif Cigondewah terbagi dua wilayah, Cigondewah Kaler masuk ke wilayah administrasi Kota Bandung. Sementara Cigondewah Hilir masuk ke wilayah Kabupaten Bandung.
Dahulu area ini berupa kebun dan sawah. Namun sudah ada toko-toko kecil dengan jumlah bisa dihitung jari,🤟 tapi bukan berjualan kain, melainkan menjual karung dan warung biasa.
Akibat pertumbuhan industri di Bandung saat itu, munculah pengolahan limbah industri tekstil. Kebijakan pengolahan limbah ini membuat bahan-bahan dan kain sisa industri wajib dijual kembali pada masyarakat.
Baca juga: Kiara Artha Park: Rest Area 78 Sediakan Kuliner, Hiburan Keluarga, hingga Fasilitas Olahraga
Di luar perkiraan, ternyata permintaan untuk jual beli limbah industri sangat tinggi. Perdagangan kain-kain tersebut dilakukan di Cigondewah, hingga akhirnya warga yang terlibat dalam aktivitas jual beli tersebut semakin banyak.
Kawasan ini telah menjadi jantung produksi kain di Jawa Barat, dengan akses yang mudah bagi pengunjung.
Sejak krisis moneter 1997, masyarakat setempat berhasil memanfaatkan peluang dengan memproduksi kain lokal melalui sistem pre-order, yang mengurangi ketergantungan pada kain impor. Kini, Cigondewah bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga simbol kebangkitan industri tekstil Indonesia yang siap bersaing di pasar internasional.
Industri kain di Cigondewah tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, tetapi juga berperan dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.
Berbagai jenis kain, seperti sivon, brukat, satin, batik, dan kain tenun tradisional, telah menarik perhatian wisatawan dan pengusaha fashion dari berbagai negara.
Rudi Kusnandar, seorang pengusaha kain di Cigondewah, menjelaskan, “Kami telah melihat peningkatan minat terhadap kain lokal, terutama dari desainer muda yang ingin mengangkat budaya Indonesia dalam karya mereka. Kain-kain ini tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga mencerminkan identitas kami.”
Salah satu pembeli yang rutin berbelanja di Cigondewah, Siti, seorang desainer mode dari Jakarta, mengungkapkan, “Saya selalu menemukan kain yang unik dan berkualitas di sini. Selain itu, harga yang kompetitif membuatnya menjadi pilihan utama saya untuk koleksi terbaru.”
Baca juga: Wisata Religi Plaza Haji Al Qosbah Tak Jauh dari Masjid Al Jabbar
Cigondewah juga terkenal dengan keragaman jenis kain yang ditawarkan, termasuk katun, twill, taslan, despo, dan fleace. Selain itu, kualitas kain lokal terus ditingkatkan untuk memenuhi standar internasional, menjadikannya alternatif menarik bagi kain impor.
“Kami terus berinovasi dan beradaptasi dengan tren global untuk memastikan produk kami tetap relevan,” lanjut Rudi.
Dengan komitmen terhadap kualitas dan kreativitas, Cigondewah siap mengambil peran penting dalam industri fashion internasional, mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke seluruh dunia. Kunjungan ke pasar ini bukan hanya sekadar berbelanja, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan melestarikan dan merayakan keindahan kain lokal. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Cigondewah terus melangkah maju, siap bersaing di panggung global.
Pasar Kain Cigondewah mudah diakses, dengan berbagai opsi transportasi, termasuk angkot dan ojek online. Setibanya di sana, pengunjung akan disuguhi berbagai corak dan warna kain yang memikat. Pembeli disarankan untuk menawar dan membandingkan harga antar toko agar mendapatkan penawaran terbaik.
Angkutan kota (angkot) utama yang melewati wilayah Cigondewah di Bandung melayani trayek Cigondewah – Ciwastra – Derwati atau rute Cijerah – Ciwastra.
Jalur yang dilewati, dari arah Cigondewah melewati jalan Cibolerang, Kopo, BKR, Buah Batu, hingga Ciwastra (dan sebaliknya).
Beberapa angkot lokal atau trayek lama juga ada yang menghubungkan area Tegal Lega atau Cibaduyut melewati kawasan Cigondewah seperti rute Tegal Lega – Mahmud.***
