Wisata Pameran Seni Bertajuk Kultura Persib Digelar di Jalan Braga No 47

SERBA BANDUNG – Pameran Seni bertajuk Kultura Persib Digelar di Jalan Braga No 47, Kota Bandung, yang diselenggarakan oleh Grey Art Gallery berkolaborasi dengan Persib Bandung.

Pameran seni ini, menjadi ruang ekspresi bagi seniman, kolektor arsip, hingga masyarakat umum yang memiliki kedekatan emosional dengan Persib, mengangkat fenomena budaya yang tumbuh bersama Persib. 

Karena itu, panitia memilih istilah “Kultura Persib” untuk menggambarkan berbagai bentuk ekspresi visual yang lahir dari perjalanan panjang klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

Kurator Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga menjelaskan, pameran ini lahir dari kebutuhan para seniman yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Persib.

Foto: Humas Kt Bdg

“Persib menjadi denyut nadi yang memberikan banyak inspirasi dalam karya-karya mereka. Namun selama ini belum ada ruang yang secara khusus mewadahi ekspresi visual tentang Persib. Dari situ muncul inisiatif untuk menghadirkan pameran ini di Grey Art Gallery,” kata Angga, Kamis, 4 Juni 2026, dilansir dari laman Humas Kota Bandung.

Baca juga: Farhan: Pengajuan Status Darurat Sampah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tidak Disetujui

Angga menyebut, pemilihan Grey Art Gallery sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Selain berada di pusat Kota Bandung dan mudah diakses, galeri tersebut juga beroperasi setiap hari sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pameran.

“Kontributornya tidak hanya seniman. Ada masyarakat umum yang tumbuh bersama Persib, memiliki kenangan, memori, dan pengalaman personal. Semua itu menjadi bagian dari budaya visual yang kami tampilkan,” ujarnya.

Dalam proses kurasi, penyelenggara membuka open call bagi publik. Selain itu, sejumlah seniman, fotografer, kolektor arsip, hingga sejarawan yang memiliki dokumentasi dan karya terkait Persib juga diundang secara khusus.

Hasilnya, sebanyak 70 kontributor terlibat dalam pameran ini dengan total 95 objek. Objek tersebut terdiri dari karya seni rupa, mural, instalasi, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, hingga koleksi buku yang berkaitan dengan Persib.

Salah satu daya tarik pameran adalah kehadiran patung karya seniman Iwong yang dibuat secara mandiri untuk menghormati tokoh-tokoh penting dalam sejarah Persib. 

Empat figur yang diabadikan dalam bentuk patung tersebut adalah Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

Pameran dibagi ke dalam lima area, yakni ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, dan area lantai dua. 

Baca juga: Tim Anti Begal Kota Bandung Dibentuk untuk Pencegahan Kejahatan Jalanan!

Bagian depan galeri menampilkan infografis perjalanan sejarah Persib, termasuk berbagai pencapaian dan gelar yang pernah diraih. 

Sementara lantai atas banyak diisi karya dan arsip yang dikirimkan langsung oleh masyarakat.

Menurut Angga, karya-karya yang paling berkesan justru berasal dari pengalaman personal para Bobotoh. Salah satunya mural yang menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

“Karya-karya seperti itu terasa sangat otentik. Ada juga mural yang menggambarkan bagaimana pada era 1990-an orang-orang rela memanjat pohon demi bisa menyaksikan pertandingan Persib. Itu pengalaman personal, tetapi dirasakan secara kolektif oleh banyak orang,” terangnya.

Melalui pameran ini, Grey Art Gallery berharap masyarakat dapat melihat Persib tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Kota Bandung yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Pameran Kultura Persib dapat dikunjungi untuk publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026, dengan harga tiket Rp25.000 pada weekday dan Rp35.000 pada weekend.

Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan karya melalui foto, namun diminta untuk tidak menyentuh arsip, jersey koleksi, maupun karya yang dipamerkan demi menjaga kelestariannya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *