KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terkait Dugaan Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

SERBA BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terkait dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
“Dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang. Selain itu, penerimaan oleh Bupati juga diduga terkait dengan jual beli jabatan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
21 orang diamankan KPK, di tiga lokasi yaitu di Jakarta, Pemalang, dan Purworejo. 12 orang diantaranya dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp2 miliar serta melakukan penyegelan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perkara.
βTim mengamankan barang bukti uang tunai dengan nilai lebih dari Rp2 miliar,β ujar Budi.
Baca juga: Febrie Adriansyah Ditetapkan Sebagai Tersangka TPPU Usai Diperiksa Sekitar 10 Jam
Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita barang bukti lain, namun belum dapat mengungkapkannya kepada publik.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Profil Singkat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
Anom terpilih menjadi Bupati Pemalang periode 2025β2030 setelah memenangkan Pilkada Pemalang 2024 silam. Dia berpasangan dengan Nurkholes. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.
Baca juga: KPK Menduga Sudirman Menyerahkan Sekitar Rp10,8 Miliar kepada Bupati Lalu Ahmad Zaini
Ia lahir di Cimahi Jawa Barat pada tahun 1970, menempuh pendidikan S1 di Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan lulus pada 1996. Kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan meraih gelar magister pada 2005
Sebelum terjun berpolitik, Anom berkarir cukup lama di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika). Terhitung sejak 1996-2021
Sejumlah jabatan pernah dia duduki selama di WIKA. Mulai dari staf ahli, auditor internal, manajer keuangan dan operasi, hingga general manager.
Setelah itu, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Properti (PT HIPA) pada 2021β2024.***
