Kapal Induk Pertama RI Diberi Nama KRI Sriwijaya

SERBA BANDUNG – Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya sampai di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 18 September 2026.
Kapal Induk ini, merupakan hibah dari hibah Pemerintah Italia. Akuisisi ini akan menjadikan Indonesia negara kedua di Asia Tenggara, setelah Thailand, yang mengoperasikan kapal induk. Di seluruh Asia, hanya China, India, dan Jepang yang saat ini memiliki kapal induk sendiri.
CNA melaporkan, Giuseppe Garibaldi dipandang sebagai bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto yang lebih luas untuk memodernisasi angkatan bersenjata Indonesia dan memperluas kemampuannya, yang dimulai selama masa jabatannya sebagai menteri pertahanan dari tahun 2019 hingga 2024.
Sebagai menteri pertahanan, Prabowo mengawasi pengadaan jet tempur, sistem rudal, dan kapal perang sebagai bagian dari peningkatan militer besar-besaran. Namun, gagasan untuk mengakuisisi kapal induk baru muncul setelah ia menjabat sebagai presiden pada akhir tahun 2024.
Baca juga: Presiden Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
Para ahli mencatat bahwa kapal induk tersebut juga dapat dialihfungsikan untuk mengerahkan drone untuk berbagai tujuan, termasuk membawa muatan mematikan.
Namun, analis lain memperingatkan bahwa skala dan biaya pengoperasian kapal induk dapat semakin membebani keuangan Indonesia, yang sudah terbebani oleh berbagai program sosial, ekonomi, dan pertahanan Prabowo yang ambisius.
Menurut platform berita pertahanan dan keamanan Defence Security Asia, biaya operasional tahunannya bisa berkisar antara US$50 juta hingga US$80 juta.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah proses serah terima kapal pada 24 September 2026.
Baca juga: Korban Kecelakaan Kapal Virgo yang Selamat akan Dapat Uang Tunggu dari Pemprov Jabar
Kapal ini berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026. Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal oleh kapal perang dari Angkatan Laut Italia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan selama perjalanan, kapal induk itu singgah di beberapa negara, salah satunya di Sri Lanka.
Setelah dari Sri Lanka, barulah kapal induk pertama RI itu masuk ke wilayah perairan Indonesia melewati jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) atau perairan Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Saat masuk ke wilayah Indonesia, kapal induk tersebut juga langsung dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.***
