Korban Kecelakaan Kapal Virgo yang Selamat akan Dapat Uang Tunggu dari Pemprov Jabar

SERBA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) akan memberikan uang tunggu bagi 12 korban selamat dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.

Para korban kini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Setiap korban selamat bakal menerima uang tunggu Rp7 juta.

“Rinciannya Rp2 juta untuk tiket pesawat pulang, Rp1 juta untuk bekal selama di sana, Rp4 juta untuk keluarga di rumah karena mereka kehilangan uang di kapal hasil kerja selama satu bulan,” kata KDM, Selasa 15 September 2026.

Sebanyak 12 korban selamat tersebut terdiri dari 11 orang asal Kabupaten Garut dan 1 orang warga Cianjur.

Sementara itu, apabila terdapat korban meninggal dunia, KDM pun akan memberikan uang duka kepada ahli waris sebesar Rp25 juta per korban.

Baca juga: Presiden Prabowo Copot Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan

Ia berharap kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 menjadi insiden terakhir dan tidak ada lagi peristiwa serupa.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di Perairan Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu 13 September 2026. Di kapal tersebut terdapat 243 orang. Sebanyak 114 penumpang yang berhasil dievakuasi telah tiba seluruhnya di Banjarmasin. 108 orang tiba dalam kondisi selamat dan 6 meninggal. Sementara 129 lainnya masih dilakukan proses pencarian oleh tim gabungan.

Sementara itu, Basarnas menegaskan bahwa fokus utama operasi pencarian saat ini ditujukan untuk menyisir keberadaan 129 penumpang yang masih dilaporkan hilang.

Baca juga: Menhub: Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Kembali Dibuka

Operasi SAR ini melibatkan sebanyak 1.097 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, serta potensi SAR, dengan dukungan lima unit alutsista udara dan 17 unit kapal patroli laut.

“Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii.

Ia menambahkan, pesawat penunjang seperti Cessna 208 Caravan juga telah diterjunkan untuk memperluas pemantauan visual dari udara guna mengoptimalkan peluang ditemukannya seluruh korban hilang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *