Dampak Blokade Selat Hormuz oleh AS bagi Indonesia, dan Pertemuan Prabowo dengan Putin di Rusia

SERBA BANDUNG – Blokade Selat Hormuz oleh AS berpotensi memicu krisis energi dan ekonomi di Indonesia akibat lonjakan harga minyak global dan gangguan pasokan, mengingat tingginya ketergantungan energi dari Timur Tengah.
Dampak utamanya meliputi pelemahan rupiah, inflasi tinggi, serta kenaikan biaya logistik dan produksi.
Dampak blokade Selat Hormuz terhadap Indonesia, antara lain terganggunya jalur utama pengiriman minyak dunia akan menurunkan pasokan global, yang secara otomatis melambungkan harga minyak mentah. Hal ini berpotensi meningkatkan harga solar dan biaya angkut di Indonesia.
Atas sentimen negatif dari krisis ini menyebabkan nilai tukar Rupiah melemah tajam, sempat dilaporkan menembus Rp17.105 per dolar AS.
Baca juga: Serangan Darat AS ke Iran Masih Maju Mundur, Akhirnya Blokade Selat Hormuz
Kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik (asuransi pelayaran naik) akan mendorong kenaikan harga barang pokok dan industri secara keseluruhan.
Blokade ini menjadi salah satu gangguan terbesar dalam sejarah pasar minyak, yang mengharuskan Indonesia mencari alternatif pasokan energi, seperti mempertimbangkan impor minyak dari Rusia.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Vladimir Putin
Menyusul pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Vladimir Putin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan opsi ini terbuka guna mengamankan pasokan, dengan Pertamina bersiap mengikuti arahan dan mengkaji kecocokan kilang.
Baca juga: Konflik Syiah dan Sunni Bermula dari Perpecahan Politik Pasca Wafatnya Rasulullah SAW
Rencana impor minyak Rusia, adalah untuk mengamankan suplai energi nasional dan diversifikasi sumber impor. Komoditas yang diincar terdiri dari minyak mentah, produk BBM, dan LPG.
Geopolitik Indonesia mulai beralih dari pemasok lama (AS, Australia, UEA) ke Rusia untuk alasan keandalan pasokan.
Langkah ini menunjukkan upaya berani Indonesia untuk menjaga stabilitas energi, sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang terus memantau kebutuhan energi.***
