Viral! Video OSD dari Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Mengarah pada Dugaan Pelecehan Seksual

SERBA BANDUNG – Di tengah riuh kasus kasus pelecehan seksual yang dilakukan belasan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI), kini muncul cuplikan video Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengarah pada dugaan pelecehan seksual.
Video viral nyanyian OSD dari HMT-ITB sedang membawakan lagu ‘Erika’ yang liriknya mengandung unsur pelecehan seksual terhadap perempuan. Kelakuan mahasiswa yang diketahui merupakan kaum terpelajar ini, membuat geram warganet.
Dikutip dari laman ITB, OSD merupakan salah satu unit kegiatan yang berada dalam lingkup HMT-ITB yang telah berdiri sejak tahun 1970-an. Sementara lagu berjudul ‘Erika’ dibuat pada tahun 1980-an.
Baca juga: 16 Mahasiswa FH UI Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Melalui Whatsapp Group
Postingan video OSD tersebut sontak mengundang banyak reaksi dari warganet. “Kinerja dari kampus merdeka, satu per satu mulai menampakan hasilnya,” sindir akun @pakjajede.
“Apakah kalian gak mikir punya ibu yang perempuan,” tulis akun @botakmania menimpali.
“Mungkin mereka lahir bukan dari rahim ibu,” ujar @gusriyanto27.
Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Menyampaikan Permohonan Maaf
Menanggapi hal itu, pihak Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik.
‘Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik,” tulis HMT ITB.
“Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” lanjutnya.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Terkait Dugaan Kelalaian Terhadap Seorang Bayi di RSHS
Dalam unggahannya pihak HMT ITB dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
“HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” imbuhnya
HMT ITB juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat.
‘Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat,” pungkas HMT-ITB.***
