Persib Terima Bonus Rp1 Miliar dari KDM

SERBA BANDUNG – Persib Bandung menerima bonus Rp1 milyar dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), di Gedung DPRD Jabar, Rabu, 3 Juni 2025.
Bonus diberikan kepada Persib sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya menjuarai Super League 2025/2026.
Bonus yang berasal dari hasil penjualan sapi milik KDM, diserahkan langsung kepada Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, didampingi H. Umuh Muchtar (Manajer/Komisarus PT PBB), Adhitia Putra Herawan (Deputy CEO PT PBB), serta perwakilan pemain seperti Achmad Judriyanto dan Kakang Rudianto.
KDM memastikan, bonus yang diberikan untuk Persib tidak bersumber dari dana APBD.
“Saya menyampaikan bonus buat tim Persib yang sudah juara tiga kali berturut-turut. Nilainya Rp1 miliar yang didapat dari hasil penjualan sapi,” kata KDM, dilansir dari laman resmi klub.
Baca juga: Persib Siap Tampil di ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/27
KDM mengaku menjual beberapa ekor sapi dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 40 juta hingga Rp 60 juta per ekor.
“Itu dari penjualan sapi saya. Harga sapi kan ada yang Rp 50 juta, ada yang Rp 60 juta, ada yang paling murah Rp 40 juta. Hitung saja semiliar berapa (ekor sapi),” ujar KDM usai Rapat Paripurna DPRD Jabar.
Dalam kesempatan itu, KDM juga menyatakan siap menambah bonus apabila Persib kembali menjadi juara pada musim depan. “(Bonus) Rp 2 miliar,” tutur KDM.
Usai menerima bonus, Glenn menyampaikan ucapan terima kasih kepada KDM atas dukungannya kepada Persib.
Baca juga: FIFA Sampaikan Ucapan Selamat atas Keberhasilan Persib menjuarai Kompetisi Super League 2025/2026
“Terima kasih Pak Gubernur. Buat Persib, ini sebuah penghargaan yang besar. Kami juga berterima kasih sudah didukung penuh oleh pemerintah hingga bisa juara tiga kali berturut-turut,” kata Glenn.
Lebih lanjut KDM juga menegaskan bahwa Persib merupakan klub profesional yang harus tetap berdiri terpisah dari urusan pemerintahan maupun politik.
“Persib tetap klub profesional yang tidak ada urusannya dengan pemerintahan dan politik. Persib tetap Persib, sampai kapanpun tetap Persib,” tegasnya.***
