Viral Video TKW Indonesia Dianiaya di Malaysia!

SERBA BANDUNG – Viral di media sosial video penyiksaan terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) berinisial YY oleh majikannya diduga terjadi wilayah Taman Johor, Skudai, Johor Bahru, Malaysia.
Penganiayaan ini bermula dari tuduhan bahwa korban berlaku kasar terhadap anak majikan, namun rekaman CCTV menunjukkan hal yang sebaliknya.
Kepolisian Johor Bahru melaporkan bahwa pihaknya telah mengamankan empat warga Malaysia yang diduga terlibat, terdiri dari dua pria dan dua wanita, dan menyelidiki kasus ini.
Korban YY dikabarkan telah dijemput oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru untuk diberikan perawatan medis serta perlindungan hukum.
Dalam video yang beredar, nampak YY sedang dianiaya dengan kejam oleh seorang wanita yang terduduk di sofa dipukuli seorang pria berkaus biru. Wanita tersebut mengerang kesakitan dan tak melawan sama sekali.
Pada adegan selanjutnya, seorang wanita lain memukuli bagian kepala korban. Sementara wanita lainnya merekam aksi kekerasan itu.
Baca juga: Badan Pemulihan Aset Berhasil Menelusuri Aset Atas Nama Terpidana Edy Tansil
Direktur PWNI, Heni Hamidah, buka suara terkait kasus penganiayaan itu. Heni membenarkan wanita yang dianiaya adalah seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia.
“Kementerian Luar Negeri, KJRI Johor Bahru, dan KBRI Kuala Lumpur saat ini tengah memberikan pendampingan kepada seorang WNI dengan inisial YY yang melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh pemberi kerja beserta seorang rekannya di Malaysia,” ujar Direktur PWNI, Heni Hamidah, kepada media.
Heni mengatakan Kementerian Luar Negeri dan KJRI Johor Bahru beserta KBRI Kuala Lumpur akan terus memantau perkembangan kasus penganiayaan tersebut dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan bantuan kekonsuleran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Luar Negeri memastikan negara akan memberikan pendampingan maksimal, bahkan bagi pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural (ilegal).
Baca juga: Bos Motor Listrik SPPG Andri Mulyono Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Terlepas dari legal dan ilegal, berbagai kalangan berharap negara lebih tegas menyikapi hal ini, karena kejadian seperti terus berulang.
“Harga diri bangsa nampaknya sudah tidak ada kayaknya,” tulis seorang netizen Indonesia.
Adakah kerjaan Malaysia tahu?,” tulis netizen lainnya.
“Sumpah demi ibu pertiwi kejadian ini tidak akan pernah dilupakan rakyat Indonesia,” demikian netizen lainnya menimpali.***
